Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Rakyat, 165 Sudah Berdiri di 27 Provinsi
- D E
- 16 Sep, 2025
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas keberadaan Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerataan pendidikan. Komitmen ini disampaikan usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9).
Presiden menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan bertahap dengan target 100 sekolah baru setiap tahun, hingga mencapai 500 sekolah di kantong-kantong masyarakat berpenghasilan rendah. Program juga diarahkan agar menjangkau lapisan menengah bawah.
“Kalau istilah statistik desil, desil 1 dan 2. Tapi saya sedang juga merencanakan untuk desil 2, 3, 4, dan 5. Ini sedang kita rencanakan supaya semua anak-anak kita harus mengalami pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain. Itu cita-cita kita. Insyaallah kita akan sampai ke situ,” ujar Presiden.
Kepala Negara menekankan pentingnya intervensi nyata agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak putus sekolah. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tempat yang membangkitkan rasa percaya diri sekaligus memberikan pendidikan terbaik.
Hingga pertengahan September 2025, pemerintah telah meresmikan 65 Sekolah Rakyat Tahap IC. Jika digabungkan dengan tahap sebelumnya, total sudah ada 165 sekolah di 27 provinsi, dari Aceh hingga Papua.
Sebaran Sekolah Rakyat mencakup 159 titik, dengan rincian:
Jawa: 65 titik
Sumatra: 34 titik
Sulawesi: 28 titik
Kalimantan: 13 titik
Bali & Nusa Tenggara: 7 titik
Maluku: 7 titik
Papua: 5 titik
Penempatan sekolah diprioritaskan di daerah miskin, wilayah dengan akses pendidikan terbatas, serta daerah dengan angka putus sekolah tinggi.
Target pengembangan ke depan adalah 200 lokasi, dengan 100 sekolah didanai APBN dan 100 lainnya melalui dukungan swasta serta kolaborasi lintas kementerian.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
